Harga Beras Naik 6,96 Persen dalam Setahun, PKB Jabar Gulirkan Pasar Murah Kedua di Kota Cimahi

Pasar Murah DPW PKB Jawa Barat di Rusunawa Kota Cimahi

Ditulis oleh

di

Kenaikan harga beras dan sejumlah bahan pokok sepanjang tahun ini turut menekan daya beli warga, termasuk di Kota Cimahi. Intip skema Pasar Murah DPW PKB Jawa Barat yang berhasil memangkas harga sembako lebih dari separuh bagi warga Rusunawa Cimahi.

Pasar Murah DPW PKB Jawa Barat di Rusunawa Kota Cimahi
Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda saat Pasar Murah di Rusunawa Kota Cimahi, 11 Juli 2026.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat, Syaiful Huda, memimpin langsung pelaksanaan Pasar Murah di Rusunawa Kota Cimahi, Sabtu, 11 Juli 2026.

Sebanyak 1.000 paket sembako dijual jauh di bawah harga pasaran, dari Rp85 ribu menjadi Rp35 ribu per paket, untuk warga sekitar.

Kegiatan ini digelar DPW PKB Jawa Barat berkolaborasi dengan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kota Cimahi. Pasar Murah menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB, yang akan mencapai puncaknya pada 23 Juli 2026 di Jakarta dengan tema besar Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi.

“Ini adalah komitmen politik pelayanan dan politik kehadiran PKB Jawa Barat. Kami hadir untuk menjaga keberlangsungan nasib rakyat kecil, di tengah harga pangan yang terus naik sementara daya beli masyarakat justru melemah. Sembako ini kami beli langsung dari petani dan warung-warung rakyat, lalu kami jual kembali dengan harga yang jauh lebih murah,” kata Syaiful Huda dalam sambutannya di lokasi acara.

Langkah ini hadir di tengah kondisi harga pangan nasional yang belum sepenuhnya stabil. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras di tingkat penggilingan naik 0,97 persen secara bulanan dan 6,96 persen secara tahunan pada Juni 2026.

Meski inflasi pangan tahunan sedikit melandai ke level 5,58 persen, tekanan harga masih terasa pada sejumlah komoditas seperti cabai dan bawang. Kondisi inilah yang membuat kehadiran program seperti Pasar Murah dinilai relevan sebagai salah satu ikhtiar meringankan beban warga kecil.

Komitmen PKB Jawa Barat Hadir di Tengah Rakyat

Selain Syaiful Huda, kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris DPW PKB Jawa Barat Acep Jamaludin, Ketua DPC PKB Kota Cimahi Dedi, S.Hum., yang akrab disapa Kang Ubes, serta Wali Kota Cimahi Ngatiyana.

Pasar Murah di Kota Cimahi ini merupakan yang kedua kalinya digelar DPW PKB Jawa Barat sepanjang 2026. Sebelumnya, program ini diluncurkan perdana di kawasan Arcamanik, Kota Bandung, pada 14 Juni 2026, bersamaan dengan gelaran PKB Jabar Fest bertajuk Padamu Jawa Barat, PKB Berkhidmat.

Sementara bagi Kota Cimahi, ini menjadi kali pertama program tersebut hadir langsung menyapa warga.

Pasar Murah merupakan salah satu program di bawah payung besar Food Bank PKB Jawa Barat yang telah berjalan sekitar tujuh tahun. Bila kegiatan Food Bank reguler dilakukan setiap Jumat dengan skema memborong dagangan warung nasi kecil untuk kemudian dibagikan gratis kepada warga sekitar, Pasar Murah memiliki mekanisme berbeda.

Program ini digelar rutin sebulan sekali dengan cara membeli sembako langsung dari petani dan warung rakyat, lalu menjualnya kembali kepada warga dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Meski mekanismenya berbeda, semangat yang diusung tetap sejalan, yakni menghadirkan partai politik lebih dekat dengan kebutuhan riil masyarakat.

Tantangan Harga Pangan yang Masih Membayangi

Kehadiran Pasar Murah ini tidak lepas dari konteks harga pangan nasional yang masih fluktuatif. Berdasarkan data BPS, kenaikan harga beras pada Juni 2026 turut menjadi salah satu penyumbang inflasi pangan tahunan, bersama bawang merah dan bawang putih.

Sementara itu, pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) per awal Juli 2026 mencatat harga cabai rawit merah masih bertengger di kisaran Rp60.700 per kilogram, jauh di atas rata-rata harga normal.

Bagi warga berpenghasilan rendah yang porsi belanja pangannya mendominasi pengeluaran rumah tangga, tekanan harga semacam ini terasa langsung pada daya beli sehari-hari. Di titik inilah kehadiran program seperti Pasar Murah menjadi penting, sebagai jembatan yang membantu warga tetap mendapatkan akses pangan pokok dengan harga wajar, tanpa harus menunggu harga pasar kembali stabil sepenuhnya.

Ikhtiar yang Berkelanjutan

Syaiful Huda memastikan Pasar Murah akan terus digulirkan secara rutin setiap bulan, tidak hanya di Kota Cimahi, melainkan menyasar wilayah-wilayah lain di Jawa Barat secara bergantian.

Langkah ini sejalan dengan semangat yang juga didorong pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas). Lembaga ini menilai gerakan pasar murah semacam Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah turut berkontribusi menekan laju inflasi pangan dan menjaga daya beli masyarakat sepanjang paruh pertama 2026.

Dengan skema membeli langsung dari petani dan warung rakyat, Pasar Murah PKB Jawa Barat sekaligus menjadi bentuk keberpihakan ekonomi kerakyatan, sejalan dengan tema besar Harlah ke-28 PKB, Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi.

Program ini diharapkan terus tumbuh dan menjangkau lebih banyak warga di berbagai penjuru Jawa Barat pada bulan-bulan mendatang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *